2 Golongan yang tak Pernah Puas menurut Ibnu Mas’ud

Kehidupan dunia memang bersifat sementara namun banyak orang yang terlena akan gemerlapnya sampai lupa segala-galanya. Kadangkala malam dijadikan siang, siang digunakan seperti malam. Waktu istirahat untuk kerja, waktu kerja digunakan beristirahat.

Memang semuanya menjadi rahasia Tuhan, tinggal manusianya mau berusaha berpikir, bekerja atau menghabiskan waktu untuk menghayal belaka.

Imam Al Mawardi dalam kitab Adab Ad Dunya wa Ad Din pernah mengutip perkataan Sahabat Ibnu Mas’ud yang menjelaskan 2 golongan yang tak pernah merasa puas, tak merasa cukup serta selalu merasa kekurangan.

Pertama. Orang yang mencari ilmu. Setinggi apapun ilmu dimiliki seseorang pasti ada yang lebih unggul darinya. Ini mengisyaratkan bahwa diatas langit masih ada langit. Maksudnya sepandai apapun, sehebat apapun ilmu seseorang pasti masih ada yang melebihi ilmunya.

Salah satu cara agar seseorang bisa lebih dekat dengan Tuhannya maka ia harus selalu menambah ilmu pengetahuan sehingga dirinya lebih mengenal keagungan-Nya terutama melalui ilmu Tauhid akan menambah keimanan dan keyakinan terhadap Tuhannya.

Kedua. Orang yang mencari kepuasan dunia baik materi maupun non materi seperti jabatan, maupun penghargaan. Demi memuaskan urusan perut, manusia sampai melakukan hal yang menyebabkan carut marut.

Uang memang bukan segalanya namun segalanya membutuhkan uang. Mau ibadah butuh pakaian untuk menutupi auratnya, bisa dibeli kalau ada uang. Mau berangkat Haji bisa terlaksana bila ada uangnya.

Sayangnya berapa banyak orang yang memiliki uang yang melimpah tapi prilakunya sering bikin ulah sampai-sampai lupa anak dan istri, tergiur akan kenikmatan sesaat yang akhirnya dirinya menjadi manusia laknat yang dijauhkan dari nikmat.

Kedua golongan ini diumpamakan seperti orang yang kehausan lantas ia meminum air laut, semakin banyak air yang ia minum malah semakin merasa kehausan. Begitu juga orang yang gemar mencari ilmu maupun dunia tak akan ada puasnya tinggal ia memilih ilmu atau urusan harta belaka, ataupun kedua-duanya sekaligus.

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Seorang penggiat literasi dan penikmat kopi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.