3 Hal Berharga yang Dilakukan dalam Sepuluh Hari Terakhir

“Jadi, bagaimana ramadhan anda kali ini?”

Ini adalah pertanyaan abadi di bibir semua orang pada saat bulan Ramadhan, dan bagaimana seharusnya kita menjawabnya?

Insyā Allah kita dapat mengatakan bahwa ramadhan ini berjalan dengan baik dan juga mencapai target. Terlebih lagi mendapatkan manfaat dari bulan yang penuh berkah ini. Tetapi jangan khawatir jika kita belum bisa mengatakannya sepenuhnya, karena yang terbaik telah disimpan untuk hari-hari terakhir!

Kita sekarang dalam perjalanan terakhir menuju `Idul Fitri, setelah melewati sepuluh hari pertama dengan meminta sifat ar-raḥīm – Nya, dan sepuluh hari meminta maghfirah (ampunan), dan sekarang kita memasuki sepuluh hari terakhir untuk meminta perlindungan dari api neraka. Sepuluh hari terakhir ini adalah hari-hari paling berharga dari bulan ramadhan.

Coba kita renungkan hadits Nabi SAW. riwayat dari Aisyah r.a. yang berbunyi:

 عن عائشة رضي الله عنها قالت: “كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله

“Bahwa Rasulullah SAW. ketika memasuki sepuluh malam terakhir ramadhan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya. Menghidupkan (beribadah) malam itu dan membangunkan keluarganya.” [H.R. Bukhari dan Muslim] 

Jadi inilah saatnya kita untuk mengikuti teladan Nabi SAW. yang indah dan benar-benar mulai fokus pada ibadah. Jadi bagaimana kita sebagai seorang Muslim dalam menghadapi 10 malam terakhir ramadhan?

1. Bermurah Hati dalam Pikiran dan Perbuatan

Sangat mudah sebagai seorang Muslim untuk menjadi kritis terhadap orang lain, terutama tentang praktik ‘ubudiyyah Muslim lainnya. Terkadang kita begitu terbawa oleh usaha kita sendiri untuk menyenangkan Allah, sehingga kita lupa bahwa Islam bagi orang lain bukanlah sesuatu yang baru dan menarik.

Hal-hal itu adalah sesuatu yang telah mereka jalani sepanjang hidup mereka. Memang mungkin tidak begitu antusias seperti yang kita lakukan dalam mencari pengetahuan keagamaan atau mungkin saja mereka mengalami īmān dip (kondisi iman menurun). Jadi, alih-alih mengkritik Muslim lain, yang merasa sulit untuk mempraktekkan Islam seperti yang kita inginkan, cobalah untuk memahami mereka dan tidak menjauhinya.

Juga berusahalah untuk bermurah hati dalam perbuatan kita. Carilah setiap kesempatan untuk melakukan hal yang baik bagi keluarga, tetangga, dan teman kita. Ini juga merupakan saat yang tepat untuk memberikan ekstra tambahan dalam ‘amal, karena pahala menjadi meningkat. Salah satu contoh mudah yakni dalam hal berzakat.

Saat ini kebanyakan orang memilih untuk memberikan zakat māl (zakat harta) untuk membersihkan kekayaan mereka dan untuk mendapatkan keuntungan. Jika kita tidak secara pribadi mengenal seseorang dari delapan aṣnāf (golongan) yang layak mendapatkan zakat, carilah badan amil zakat yang mendukung orang-orang di sekitar, dan jika tidak ada orang lokal yang membutuhkan, maka cari di daerah lain.

Banyak amal memiliki dorongan khusus untuk memanfaatkan waktu-waktu akhir ramadhan yang spesial ini. Jadi pilihlah yang paling dapat dipercaya, sejauh yang kita bisa.

2. I`tikaf atau Qiyam

Salah satu cara terbaik untuk benar-benar memusatkan perhatian pada ibadah kita adalah dengan menghilangkan semua kepedulian duniawi dan hanya konsentrasi untuk ber-taqarrub (lebih dekat) dengan Allah. Selama kita membuat niat untuk i`tikaf, pahala kita akan sesuai dengan jumlah waktu yang dihabiskan di sana. 

Di mana pun kita menghabiskan waktu, temukan tempat yang tenang. Tempat yang dapat mengubur diri dalam penyembahan kepada Sang Maha Pencipta, jauh dari internet, TV, dan kekhawatiran keluarga. Hal lain misalnya, jika kita telah masuk dalam target membaca Alquran (mengkhatamkan Alquran), menghafal Alquran, atau doa-doa, ini adalah waktu yang tepat untuk mengejar ketinggalan.

Dan kita dapat membaca kitab, buku, dan artikel yang kredibel, menginspirasi, dan juga sebagai momentum perubahan yang akan anda buat dalam hidup pasca ramadhan. Kemudian luangkan waktu untuk merenungkan berkah dan rahmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

3. Mencari Laylat al-Qadr

“Carilah Laylat-Al-Qadr (Malam Kemuliaan) di sepuluh malam terakhir Ramadhan, pada malam ketika sembilan atau tujuh atau lima malam tersisa dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (H.R. Bukhari)

Ini adalah malam yang paling spesial dari hari-hari lain di bulan yang berharga. Apa pun yang kita lakukan, buatlah rencana untuk menghabiskan malam-malam ganjil dari sepuluh terakhir (yaitu malam sebelum hari ganjil, karena hari-hari Islam dimulai dari Maghrib) dalam ibadah yang mendalam, baik di masjid, mushala, makam wali, bersama teman, atau bersama keluarga di rumah.

Sisihkan semua rencana lain sehingga kita bisa mendapatkan pahala malam ini, yang setara dengan seribu bulan. Bayangkan ibadah satu malam setara dengan beribadah secara konsisten selama 83 tahun 4 bulan! Bagaimana Anda bisa melewatkannya?

Ini adalah malam yang luar biasa untuk meminta kepada Allah agar membuat kita tetap di jalan yang benar. Untuk meminta kepada-Nya agar memperkuat iman dan kebijaksanaan kita. Dan untuk menemukan jalan yang dapat melayani-Nya dan dijadikan sebaik-baiknya ummat. Untuk itu perbanyaklah doa ini:

اللَّهُمَّ إنَّكَ عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.