Ayana, Barcelona, dan Kemerdekaan Korsel

islamina.id — Selebgram asal Korsel (Korea Selatan), Ayana Jihye Moon adalah wanita muallaf. Dengan paras cantiknya, tak sedikit publik mengikuti bahkan yang kepo-in aktifitasnya. Dihimpun dari akun media sosialnya, Ayana merupakan salah satu fans berat klub sepakbola FC Barcelona atau Barca.

Bagi kamu yang suka sepakbola, baru tadi pagi, Sabtu (15/8/2020). FC Barcelona dikalahkan oleh tim superior asal Jerman, FC Bayern Munich. Messi dkk. dilumat dengan skor 8-2.

Pertandingan itu tentunya mengecewakan supporter Barcelona. Tak terkecuali Ayana. Pastinya ada rasa sedih dan kecewa atas penampilan tim jagoannya. Padahal, andai tadi pagi Barca menang, merupakan hadiah terindah bagi Ayana.

Kenapa hadiah terindah?. Karena tepat di tanggal tersebut adalah hari kemerdekaan Republik Korea Selatan (Korsel). Korsel merupakan tanah kelahiran Ayana.

Jika kita lihat dari tanggal peringatan kemerdekaan Korsel, memang tak jauh dari hari kemerdekaan Indonesia. Yang membedakan, Indonesia lebih merdeka dahulu daripada Korea Selatan di tahun 1948. Lantas, apakah ada jejak Islam di Negeri ginseng itu?.

Dalam buku Islam Damai di Negeri Asia Timur Jauh, Ali An Sun Geun membagi beberapa tahap kehadiran Islam di Korea. Tahap pertama tidak jauh dari hubungan ekonomi, yakni jalur perdagangan atau jalur laut (abad ke- 11-14). Sedangkan Yoo Jung Ryeol dalam Kajian Tentang Muslim Korea, Di samping mereka saling tukar menukar barang kerajinan pada masa pemerintahan Raja Hyun Jong (현종), ada dua cara pendekatan yang dilakukan, yaitu melalui jalur laut secara pribadi dan melalui pemerintahan raja.

Fenomena saat ini, agama Islam menjadi agama yang populer di luar negeri. Banyak dari Non-Muslim menjadi Muslim. Hal tersebut karena mereka melihat Islam sebagai agama yang dipandang cocok dalam berkeyakinan. Lebih jelasnya, dikarenakan melihat sosok Nabi Muhammad SAW. yang dijadikan tauladan umat Islam.

Meskipun itu, saat ini banyak kelompok-kelompok Islam yang cenderung tektualis. Yang memandang kelompok umat Islam berbeda amalan dijustifikasi bahkan dianggap ‘ubudiyyah yang salah. Dan ini mungkin (juga) membuat hati dan pikiran Ayana menjadi risau dan gelisah dalam memeluk agama Islam.

Di akhir tulisan ini, saya mengucapkan selamat memperingati hari kemerdekaan Republik Korea Selatan yang ke- 72. Semoga Ayana lebih mencintai tanah airnya, karena cinta tanah air sebagian dari iman (ḥubb alwaṭan min al-īmān).

Baca juga: Menjadi Muslim yang Cinta Tanah Air

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.