Belajar Dari Rentang Kisah

Bagi kalian yang sudah pernah membaca buku “Rentang Kisah” karya Gita Savitri Devi, pasti menunggu seri filmnya. Iya, buku tersebut sudah difilmkan dan dapat kalian saksikan secara eksklusif melalui Disney Plus Hotstar. Artikel ini, akan merangkum nilai positif serta belajar dari pengalaman Gita. Apa saja nilai-nilai positif dari pengalaman hidup Gita Savitri saat berada di Jerman?.

Film yang disutradarai oleh Danial Rifki ini sangat ditunggu oleh followers Gita. Gita yang merupakan mahasiswi Indonesia yang menempuh pendidikan diluar negeri. Lalu pengalaman-pengalaman ia selama hidup di negeri orang juga ada dalam scene film ini.

Dalam film ini, sosok Gita diperankan oleh Beby Tsabina, sosok Paul diperankan oleh Juan Bione, Ayah dan Ibu Gita diperankan oleh Donny Damara dan Cut Mini. Mereka memerankan alur kisah nyata yang mungkin relateable buat mahasiswa/i Muslim Indonesia.

Namun, ada nilai-nilai positif yang dapat kita petik dari film Rentang Kisah ini. Apa saja nilai-nilai itu? Berikut nilai-nilai positif yang dapat kita ambil dari film Rentang Kisah.

1. Perhatian Orangtua Kepada Anak

Nilai positif pertama adalah perhatian orangtua kepada anak. Bagaimana Ayah dan Ibunya Gita sangat peduli terhadap pendidikan. Terbukti, pilihan Gita untuk berani kuliah di Jerman. Terkait perhatian ini, orangtua juga harus memiliki adab kepada anak-anak mereka.

Mengutip nasehat Imam Ghazali dalam kitab al-Adab fi ad-Dīn, tentang adab orangtua kepada anak:

أداب الوالد مع أولاده: يعينهم على بره، ولا يكلفهم من البر فوق طاقتهم، ولا يلح عليهم في وقت ضجرهم ولا يمنعهم من طاعة ربهم، ولا يمن عليهم بتربيتهم.

“Adab orang tua terhadap anak, yakni: membantu mereka berbuat baik kepada orang tua; tidak memaksa mereka berbuat kebaikan melebihi batas kemampuannya; tidak memaksakan kehendak kepada mereka di saat susah; tidak menghalangi mereka berbuat taat kepada Allah SWT; tidak membuat mereka sengsara disebabkan pendidikan yang salah.”

2. Kesabaran

Fakta manusia ketika dihadapkan oleh berbagai pemasalahan sudah wajar. Maka dari itu kita perlu kesabaran untuk menghadapinya. Sebagai mahasiswi, Gita melalui berbagai cobaan.

Mulai dari ketidakcocokan passion jurusan kuliah, pasang surut ekonomi, sampai kerinduan ingin bertemu sang Ayah yang juga sama diluar negeri dalam hal mencari nafkah.

Semua itu dilalui Gita sebagai Muslimah yang tangguh dan penuh kesabaran. Seperti firman Allah dalam Alquran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Q.S. al-Baqarah: 153]

3. Peradaban Barat

Hidup di negara minoritas Islam, membuat Gita kesulitan mencari olahan makanan halal. Kemudian kondisi lingkungan yang tidak Islami membuat Gita not confident dalam hal menutup aurat atau berhijab. Dan seakan-akan ia menjadi orang lain.

Begitulah kehidupan di Barat yang minoritas Islam. Berbeda dengan di Indonesia yang mayoritas Muslim. Namun, pada akhirnya Gita kembali yakin untuk berhijab dan mampu menyesuaikan nilai-nilai Islami dengan kehidupan di Jerman.

4. Jalan Hidayah

Berawal dari keresahan hati Paul, Allah menunjukkan jalan hidayah-Nya. Dalam scene, sosok Paul (pasangan Gita) mengalami kondisi hati yang tidak searah dengan logika dan fakta. Itulah yang menjadi titik “ketidakyakinan” atas agama yang dipeluknya.

Ia juga kritis atas kelompok-kelompok agama yang suka mengkafirkan orang, dan merendahkan sesama umat manusia. Dari sinilah rasa gelisah Paul.

Di sisi lain, Gita juga mengalami jalan Hidayah untuk memakai hijab. Dimulai dari percakapan Gita dengan ibunya, Gita bertanya terkait “waktu berhijab”. Ibunya pun menjelaskan bahwa itu bukanlah waktu dunia ! tidak ada tanggal, bulan, tahun, jam. Melainkan waktu Rabbaniyah. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

5. Belajar Dari Ulama Panutan

Saat Paul belajar Islam, Gita bersedia mengajarkan hal-hal mendasar dalam beribadah. Gita menyarankan Paul untuk belajar Islam melalui dua Ulama kondang asal Indonesia, Prof. Dr. Quraish Shihab dan KH. Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus.

Dua Ulama diatas sudah teruji keilmuannya dan menjadi acuan oleh umat Islam di Indonesia. Dakwah-dakwahnya selalu membawa kedamaian. Inilah yang menjadi dasar Gita untuk menyarankan Paul untuk belajar Islam dari kedua Ulama tersebut.

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.