Biografi Ibrahim Al Khawwas dan Petuah-petuahnya

Salah satu lagu populer yang dinyanyikan oleh Opik adalah lagu Tombo ati. Isi lirik lagu ini merupakan nasehat dari seorang ulama’ yang bernama Ibrahim al-Khawas. Hal ini seperti keterangan yang dikutip oleh dalam Tabaqat al-Auliya yang berbunyi,

ﺩﻭاء اﻟﻘﻠﺐ ﺧﻤﺴﺔ: ﻗﺮاءﺓ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﺎﻟﺘﺪﺑﺮ، ﻭﺧﻼء اﻟﺒﻄﻦ، ﻭﻗﻴﺎﻡ اﻟﻠﻴﻞ، ﻭاﻟﺘﻀﺮﻉ ﻋﻨﺪ اﻟﺴﺤﺮ، ﻭﻣﺠﺎﻟﺴﺔ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ

Artinya: “Obat hati ada lima yaitu membaca Al-Qur’an dengan direnungkan isinya, perut yang tak terlalu kenyang, qiyamullail (shalat malam), maka diri kepada Allah di waktu sahur dan selalu berkumpul dengan orang shaleh.

Nasehat diatas berisi tentang cara agar hati menjadi terobati terutama saat sedang gundah gulana sehingga tak mudah terlena dengan banyaknya wacana.

Biografi Ibrahim Al Khawwas

Nama lengkap Ibrahim Al Khawwas adalah Abu Ishak, Ibrahim bin Ahmad Al Khawwas. Ia dikenal sebagai ulama’ ahli tasawuf yang menjadi rujukan dan panutan ulama’-ulama’ setelahnya.

Ibrahim Al Khawwas merupakan teman dari ulama yang terkenal yaitu imam Junaid dan Imam An Nuri. Menurut Imam Abu Thalib Al Makki dalam kitab Quthul Qulub menjuluki Ibrahim Al Khawwas sebagai imamnya orang yang bertawakal.

Ibrahim bin Al Khawas meninggal di daerah Ray dan di makamkan di daerah tersebut pada tahun 291 H.

Petuah-petuah Ibrahim Al khawwas

Banyak sekali petuah-petuahnya yang menginspirasi banyak orang terutama dalam mengarungi kehidupan, diantaranya:

Pertama, tentang konsep ilmu dan ulama’ seperti pernyataannya yang berbunyi,

ﻟﻴﺲ اﻟﻌﻠﻢ ﺑﻜﺜﺮﺓ اﻟﺮﻭاﻳﺔ، ﺇﻧﻤﺎ اﻟﻌﺎﻟﻢ ﻣﻦ اﺗﺒﻊ اﻟﻌﻠﻢ ﻭاﺳﺘﻌﻤﻠﻪ، ﻭاﻗﺘﺪﻯ ﺑﺎﻟﺴﻨﻦ، ﻭاﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﻠﻴﻞ اﻟﻌﻠﻢ

Ilmu yang bermanfaat bukanlah dilihat dari banyaknya yang ia riwayatkan tetapi orang alim adalah orang yang mau mengikuti dan mengamalkan ilmunya serta mengikuti Sunnah-Sunnah Nabi walau ilmunya hanya sedikit.

Kedua, tentang konsep keberhasilan. Ini bunyi nasehatnya:

من لم يصبر لم يظفر

Orang yang tak bersabar maka tak akan beruntung. 

Dari sini, Ibrahim Al Khawwas mencoba mengingat kepada kita bahwa ilmu yang bermanfaat yaitu dilihat dari kualitasnya bukan kuantitasnya semata terutama tanda ilmu yang berkah adalah harus diikuti dan diamalkan dalam kehidupan sehingga mampu merubah kebiasaan yang kurang baik.

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Seorang penggiat literasi dan penikmat kopi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.