Andaikan Han Ji Pyeong Muslim, Berapa Zakat Yang Harus Dikeluarkan?

Baru saja drama seri Korea Start-Up menyelesaikan episode-episodenya. Drama Korea ini dinilai sangat progresif karena mencontohkan optimisme dalam karakter pemeran. Sebut saja karakter seperti Seo Dal Mi, Nam Do San, dan Han Ji Pyeong. Han Ji Pyeong sosok yang diperankan oleh Kim Sun Ho menjadi bahan perbincangan khusus. Bahkan banyak yang mengandaikan Han Ji Pyeong seorang Muslim dan dengan gaji yang lumayan, ia diprospek untuk membayar zakat.

Sosok Han Ji Pyeong atau Pak Han direpresentasikan sebagai seorang kaya raya dan pekerja keras. Hidupnya penuh berliku dan rintangan. Namun Pak Han menjawabnya dengan meraih kesuksesan.

Baca Juga: Kunci Sukses Bangsa Menjadi Makmur

Han Ji Pyeong bisa menjadi pemimpin di SH Venture Capital, yakni sebuah perusahaan Start-Up ternama adalah sebuah fakta. Fakta lainnya dapat dipastikan penghasilan Ji Pyeong sangat fantastis.

Kemudian, penulis mencoba mengandaikan sosok Han Ji Pyeong seorang Muslim. Dan Muslim itu wajib mengeluarkan zakatnya, lantas pada kisaran berapa ia harus membayar zakat?

Dalam serial Start-Up, Han Ji Pyeong sempat menuturkan kalau dia memiliki gaji 200 juta won dan memiliki Bonus 1,5 Miliar Won pertahun. Yang jika kita rupiahkan, gajinya bisa berkisar 2,5 Miliar dan bonusnya sekitar 19 Miliar, ini hanya gaji Han Ji Pyeong ketika masih menjadi Manajer Senior SH Ventura Capital. Namun sekarang sudah beralih menjadi direktur yang sudah dipastikan gajinya akan naik lebih besar.

Berdasarkan ketentuan, zakat dari penghasilan bisa juga dihitung pertahun. Nisab atau Batas minimal zakat dalam satu tahun adalah 85 gr emas atau setara dengan 85.000.000 (misal, harga emas adalah satu juta). Oleh karena itu, jika penghasilan Pak Han ditambah bonus jumlahnya 21,5 M dalam satu tahun maka Pak Han wajib zakat. Hitungannya sebagai berikut:

21,5 M x 2,5% = Rp. 537.500.000.

Perlu diketahui, zakat penghasilan atau zakat profesi adalah bagian dari zakat māl yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan atau penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Dalam prakteknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (mengikuti harga Buy Back emas pada hari dimana zakat akan ditunaikan), dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut.

Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Andaikan penghasilan dalam satu bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama satu tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

Penulis: Zelda Zein
Editor: Syahril Mubarok

Syahril Mubarok
Latest posts by Syahril Mubarok (see all)

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *