Jadi Syarat Loker, Begini Kriteria Manhaj Salaf Yang Benar

islamina.id — Bagi antum yang masih proses mencari loker (Lowongan Kerja), pastinya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat loker ada yang sifatnya khusus, ada juga yang sifatnya umum. Kriteria khusus mungkin bisa kita penuhi syaratnya, namun ada persoalan terkait kriteria umum yang diminta oleh kebanyakan tempat tujuan loker yaitu bermanhaj salaf.

Entah kapan syarat loker dengan kriteria memiliki manhaj salaf ini dimulai. Perihal ini sudah menjadi persoalan yang umum di berbagai tempat atau institusi kerja. Dan asumsi penulis bahwasanya syarat loker ini diinterpretasikan oleh kebanyakan Muslim atau Muslimah sebagai fardhu (wajib) jika memang perekrutan diiringi persyaratan umum yaitu keyakinan agama.

Pada artikel ini, penulis ingin memberikan pemahaman untuk para ikhwan dan akhwat tentang manhaj salaf tersebut. Manhaj artinya metodologi, sedangkan salaf dikutip dari kamus al-Munawwir artinya yang lewat, terdahulu, yang awal, yang telah disebutkan dan yang pertama. Dalam kitab As-Salafiyyah Marḥalah Zamaniyyah Mubārakah Lā Mażhab Islāmiy, Said Ramadhan al-Buṭi mengungkapkan makna “salaf” secara jelas. Ia memaknai salaf sebagai fase sejarah, bukan sebuah mazhab. Pendapat ini jika ditinjau dari segi arti bahasa.

Namun bila ditinjau dari istilah, terdapat tiga masa perjalanan sejarah umat Islam. Masa pertama adalah kelompok sahabat (masih mendapati Nabi Saw.). Masa yang kedua yakni kelompok tabi’in (pengikut). Dan masa yang ketiga merupakan kelompok tabi’it tabi’in. Dari ketiga masa itu, kesimpulannya hanya kita mengikuti atau ittiba’ salaf yaitu tak sebatas ucapan kata dan nama, tapi dengan mengikuti kaidah dalam menakwilkan nash dan dasar ijtihad dalam memahami hukum.

Dalam perkembangannya, kata salaf atau salafi ini dipakai oleh sekelompok misionaris Islam sebagai gerakan. Ciri-ciri kelompok ini sangat eksklusif dan puritan yang pokoknya tidak cocok dengan ukhuwah islamiyah di Indonesia. Akan tetapi antum tak usah khawatir dan bingung, berikut syarat loker dengan kriteria manhaj salaf yang benar!.

Manhaj Akidah Salaf

Di Indonesia, mayoritas umat Muslim adalah umat yang mengikuti ajaran-ajaran Rasulullah Saw. Umat Muslim Indonesia merupakan umat yang rasional. Percaya kepada Allah serta ciptaan-ciptaan-Nya. Manhaj akidah salaf ini sudah ditanamkan dalam pendidikan kita sejak usia dini.

Dikenalkan dengan rukun Islam dan rukun iman, sifat-sifat wajib bagi Allah, sifat-sifat mustahil Allah, nama-nama Nabi dan Rasul, dan sebagainya. Hal ini adalah bentuk ajaran akidah para salaf yang sudah dibawa oleh penyebar agama Islam seperti Walisongo dan ulama-ulama Nusantara. Akidah salaf di Indonesia adalah mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari (w. 324 H/935 M) dan Imam Abu Mansur al-Maturidi (w. 333 H/944 M).

Manhaj Fikih Salaf

Pada zaman serba modern ini, kita akan bertemu hal atau peristiwa yang baru dan tidak ada pada zaman Nabi Saw. serta para sahabat. Menghukumi sesuatu tak hanya berpedoman dengan Alquran dan as-Sunnah, namun harus disertai dengan manhaj fikih. Manhaj fikih salaf yaitu harus mengikuti ijtihad salah satu dari empat Imam mazhab. Empat Imam itu antara lain:

  1. Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit (Hanafi)
  2. Imam Maliki bin Anas Al-Ashbahy (Maliki)
  3. Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i Al-Quraisyi (Syafi’i)
  4. Imam Ahmad bin Hanbal As-Syaebani (Hanbali)

Nah, di Indonesia mayoritas berpegang pada manhaj salaf nomor tiga!.

Manhaj Tasawuf Salaf

Akhir-akhir ini, tasawuf sangat digandrungi oleh millenial Muslim di Indonesia bahkan di mancanegara. Pola gaya hidup millenial bahkan pemuda Islam yang hedon dirasa jauh dari hidayah dan rahmat Allah Swt. Oleh karena itu, sekarang ini banyak yang ikut kajian-kajian sufi di berbagai Masjid bahkan ada juga kajian yang dilaksanakan di sebuah coffe shop.

Terdapat dua salaf yang dapat antum ikuti. Yang pertama adalah Imam Abu al-Qasim Ibnu Muhammad al-Junayd al-Baghdadi. Dan yang kedua adalah Imam Abu Hamid Ibnu Muhammad Ghazali.

Sebagai umat Islam yang mengikuti manhaj salaf, seharusnya kita ittiba‘ kepada para salaf dalam hal mendekatkan jiwa kita kepada Sang Khaliq. Jiwa harus suci, bersih dari dosa. Pada intinya, perlu kita ikuti dalam hal spiritualitas.

Jadi, antum tak perlu galau atau resah dengan syarat lokernya. Ikuti saja manhaj salaf diatas!. Insya Allah antum diterima dan diberkahi oleh Allah Swt.

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.