Kenapa Islam Menganjurkan Umatnya untuk Berpikir?

Seiring perubahan zaman, seseorang kadang berani menjual keimanannya terutama demi kepentingan perut maupun urusan yang kian carut marut. Tanpa adanya keimanan yang kuat seseorang akan melakukan hal-hal yang terlaknat dan dibenci oleh Allah sang pemberi nikmat.

BacaJuga

Adsterra

Salah satu cara agar keimanan seseorang meningkat harus selalu menambah daya dengan memperbanyak bertafakur akan ciptaan-Nya.

Hal ini sesuai anjuran Ayat yang berbunyi,

إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَّقُونَ (6)

Artinya:

Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.

Menurut imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa ayat diatas menunjukkan bahwa Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaannya berupa pergantian langit dan bumi, menciptakan matahari dan rembulan sehingga mudah mengenali siang dan malam dengan tujuan agar manusia mau mengesakan serta selalu mengabdi kepada-Nya.

Dalam tafsir Jalalain dijelaskan bahwa ayat ini memperlihatkan tanda keagungan-Nya meliputi ciptaan Allah yang ada di langit meliputi malaikat, bulan, matahari, bintang dan lainnya juga makhluk yang ada di bumi meliputi hewan, gunung, lautan, sungai, pepohonan dan lainnya. 

Tanda-tanda keagungan-Nya ini ditujukan untuk orang yang bertakwa dengan alasan bahwa mereka orang yang mampu mengambil manfaat dan ibarat dari segala yang telah Ia ciptakan.

Pentingnya Berpikir

Sedangkan menurut Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa barangsiapa yang ingin mendapatkan keutamaan bertafakur atau berpikir maka mendapatkan hal berikut ini:

Pertama. bertafakur atau berfikir tentang tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya seperti langit, bumi, siang dan malam. Hal ini akan menambah keyakinan diri dan semakin mengenal pencipta-Nya.

Kedua. Bertafakur akan nikmat yang telah diberikan kepadanya. Hal ini akan menambah rasa cinta (mahabbah) kepada-Nya.

Ketiga. Bertafakur akan pahala yang diberikan. Ini bertujuan agar dirinya semakin termotivasi sehingga menambah semangat untuk selalu taat kepada-Nya.

Keempat. Bertafakur akan siksaannya. Hal ini bertujuan agar dirinya semakin berhati-hati dalam melangkah agar tak terjatuh ke lubang kehinaan yaitu siksaannya.

Baca selengkapnya di sini

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Seorang penggiat literasi dan penikmat kopi

RelatedPosts

Next Post

Masuk / Daftar

Artikel Teerbaru

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist