Komunitas Musisi Mengaji (KOMUJI): Harmonisasi Dakwah Kekinian

islamina.id – Musik merupakan seni kuno yang bertahan sampai saat ini. Di Indonesia bahkan di negara-negara dunia, musik menjadi sarana mengekspresikan rasa atau taste subjektif maupun objektif. Sangkaan publik terhadap seniman musik atau musisi selama ini dianggap jauh dari agama tidaklah tepat. Beberapa kota mulai muncul komunitas musisi yang mengkombinasikan hobi dengan ta’līm atau mengaji. Dalam perkembangannya, musik menjadi alat dakwah Islam yang kontemporer.

Sebagian musisi sebelum terbentuknya komunitas ini, mengalami titik jenuh bahkan sampai menganggap dunia musik adalah hal yang harus ditinggalkan karena hukumnya haram. Sebagian yang lain tidak mau meninggalkan hobi yang selama ini ditekuninya. Hal tersebut menjadi kontradiksi di kalangan musisi dan menjadi pergulatan batin.

Di Kota Bandung, para seniman ini melalui itu. Diantara mereka tergerak melakukan hobinya dengan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai Muslim untuk terus belajar agama Islam. Mereka mengakui akan kurangnya spiritualitas dalam diri diakibatkan sering melupakan Allah Swt. Oleh karena itu, komunitas ini diinisiasi oleh mereka sebagai bentuk harmonisasi dakwah Islam kontemporer yang menjadi bagian dari hidup para seniman musik.

Sejarah dan Tujuan KOMUJI

Pada tahun 2011, Eggy Fauzi dan Alga Indria founder KOMUJI mendirikan komunitas ini di Kota Bandung. Komunitas ini terbentuk karena dilatarbelakangi fenomena sosial yang dialami mereka dan sahabat-sahabatnya. Fenomena sosial tersebut atas dasar ghirah belajar agama yang kuat serta pemahaman agama yang dirasa kaku dan tidak luwes oleh mayoritas musisi.

Keresahan atas fenomena tersebut membuat Eggy dan Alga memutar otak. Mereka dan sebagian musisi yang lain menganggap musik adalah hal positif yang mampu diaplikasikan juga dengan kajian-kajian Islam. Sebagian yang lain menganggap musik merupakan suatu keharaman. Melihat kondisi itu Eggy, Alga, dan kawan-kawan musisi membuat kumpulan yang membahas tentang kajian Islam.

Awal-awal gerakan dakwah mereka sebatas perkumpulan musisi di rumah-rumah mereka dengan sistem keliling. Lalu semakin bertambahnya terus secara natural jama’ah komunitas ini, Eggy dan Alga membentuk wadah komunitas musisi mengaji (KOMUJI). Mereka menginginkan kegiatan yang dilakukan oleh KOMUJI merupakan hal-hal positif yang tidak bertentangan oleh agama.

Selain di Bandung, KOMUJI juga hadir di berbagai kota-kota di Indonesia. Yaitu kota Jakarta dan Balikpapan.

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.