Kunci Sukses Bangsa menjadi Makmur dan 3 Penyebab Hancurnya Umat Terdahulu

Sudah menjadi ketentuan Allah(Sunnatullah) di muka bumi ini bahwa manusia ada yang menjadi pemimpin, juga ada orang yang dipimpin, ada pejabat, juga ada yang menjadi rakyat. Kunci keberhasilan bangsa agar menjadi makmur yaitu semua elemen saling melengkapi satu dan yang lainnya, serta tak mampu berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.

Dari sini ada hubungan yang kuat antara keduanya, sehingga pemimpin harus mengayomi, melayani, serta menaungi rakyatnya. Para pemimpin berhak menerima hak-haknya, mulai gaji, maupun fasilitas yang menunjang keberhasilannya dalam menjalankan amanat sebagai seorang pemimpin.Imam At-Tabrizi dalam Kitab An- Nasihat Li-Ra’i Warra’iyyah mengutip petuah dari Sahabat Nabi yang bernama Abdullah Ibnu Abbas, beliau menyatakan:

ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻗﺎﻝ: اﻷﺭﺽ ﺗﺘﺰﻳﻦ ﻓﻲ ﺃﻋﻴﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻣﺎﻡ ﻋﺎﺩﻝ، ﻭﺗﻘﺒﺢ ﻓﻲ ﺃﻋﻴﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺇﻣﺎﻡ ﺟﺎﺋﺮ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺗﺰﻛﻮ ﻓﻲ ﺯﻣﺎﻥ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﻌﺎﺩﻝ ﻣﺎ ﻻ ﺗﺰﻛﻮ ﻓﻲ ﺯﻣﺎﻥ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺠﺎﺋﺮ.

Artinya: Bumi ini terasa indah dipandang mata bila diatur seorang pemimpin yang adil, sebaliknya bumi ini terasa muak, bila dipimpin seorang yang bejat, mendzalimi rakyatnya.

2 Cara Mewujudkan Keadilan

Abu Al-lais dalam Kitab Tanbih Al Gofilin mengutip pendapat Sahabat Ali bin Abi Thalib bahwa untuk menerapkan sebuah keadilan dan kunci keberhasilan bangsa agar menjadi makmur dilakukan melalui dua cara.

Pertama, Para pemimpin harus menjalankan tugas dan kewajibannya sebelum diminta.

Baca juga:

Kedua, selalu melayani dengan ramah kepada rakyatnya atas tuntutan yang harus dijalankannya.Maka dari itu, kunci keberhasilan dalam memimpin tidak terlepas dari ilmu dan pengalaman yang mumpuni, sehingga menjadi ahli dalam mengatur strategi, dan mampu memegang amanah yang diembannya.

Seorang pemimpin harus membiasakan dirinya menggunakan cara-cara yang bijak dalam menyelesaikan masalah, terutama menggunakan akal sehat, bukan memakai otot kawat, sehingga rakyat menjadi selamat, dan ia menjadi pemimpin yang terhormat.Anjuran berbuat adil tidak hanya bagi para pemimpin saja, namun semua elemen masyarakat harus menjalankannya, hal ini seperti keterangan dalam Surat An-Nisa’ 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya: Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

Imam Baidhawi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa perintah untuk menunaikan amanat ditujukan untuk semua orang, baik berupa kewajiban, maupun hak orang lain, atau jabatanyang diemban, begitu juga perintah untuk berbuat adil tidak hanya untuk para pemimpin saja, walaupun mereka sebagai pemangku jabatan.

3 Penyebab Kehancuran Umat-umat Terdahulu

Sejarah kehidupan manusia terdahulu sangatlah berharga bagi generasi setelahnya baik berupa kejayaan, kesuksesan maupun hancurnya sebuah peradaban manusia disebabkan keangkuhan dan keserakahan para pemimpin yang dzalim kepada rakyatnya.

Syeh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashoihul Ibad mengutip perkataan Imam Ibrahim An Nakhai:


إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ هَلَكَ قَبْلَكُمْ بِثَلَاثِ خِصَالٍ : بِفُضُوْلِ الْكَلَامِ وَفُضُوْلِ الطَّعَامِ وَ فُضُوْلِ الْمَنَامِ

Sesungguhnya hancurnya umat terdahulu sebelum kalian dikarenakan tiga hal: pertama, banyak bicara hal yang tak berguna. Kedua, mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Ketiga, Terlalu banyak tidur.

Dari pernyataan ini dapat dipahami bahwa penyebab kehancuran sebuah bangsa, porak-poranda tatanan masyarakat berawal dari individu- individu yang selalu bersikap berlebihan sampai melampaui batas kewajaran.

Pertama. Dampak banyak bicara tapi kurang kerja. Bila manusia merenung tentang dirinya sendiri maka ia akan mendapati bahwa Tuhan telah mengajarkan banyak kehidupan terutama tentang anggota badan, misalnya Allah menciptakan lisan manusia hanya satu dan telinga ada dua mengisyaratkan akan pentingnya selalu banyak mendengar daripada banyak komentar.

Pada dasarnya kesalahan terbesar yang dilakukan oleh manusia sejak zaman dahulu disebabkan lisan yang tak terkendali, mudah menyalahkan bahkan memfitnah orang lain yang tak bersalah sekaligus.

Kedua. Efek negatif perut terlalu kenyang sangat berbahaya. Perut manusia merupakan tempat bersarangnya berbagai macam penyakit karena makanan yang selalu dikonsumsi secara berlebihan akan membawa dampak buruk kesehatan seseorang.

Ketiga, terlalu banyak tidur melebihi waktunya, penyebabnya adalah terlalu banyak makan serta tak ada cita-cita tinggi atau keinginan yang ia harapkan, sehingga ia tak tahu target yang akan dicapai dan waktunya terbuang begitu saja.

Kehancuran umat terdahulu dikarenakan Hati mereka sangat keras karena selalu menyibukkan diri untuk mengomentari apapun bahkan yang kita tak ketahui ilmunya, sehingga waktu, tenaga, fikiran dihabiskan untuk hal yang tak ada manfaatnya, bahkan menghabiskan biaya untuk mendukung argument-argumennya.

Disamping itu konsumsi makanan yang berlebihan akan menjadikan seseorang kekenyangan yang berpengaruh kepada pola hidupnya terutama ingin selalu tidur atau bermalas-malasan yang menjadikan umurnya menjadi kurang produktif dan inovatif.

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Seorang penggiat literasi dan penikmat kopi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.