Melewati Masa Sulit Ala Nabi Yusuf A.S

Saat Raja Mesir mengalami mimpi yang aneh, para ahli takwil mimpi tidak bisa menafsirkan mimpi sang Raja. Kemudian, datanglah Nabi Yusuf A.S. sebagai penakwil mimpi. Ketahuilah, Nabi Yusuf A.S. juga menghadapi masa-masa sulit saat menjadi bendahara negara. Bagaimana Nabi Yusuf A.S. melewati masa sulitnya?

Allah Swt memberikan kedudukan yang tinggi kepada Nabi Yusuf A.S. di negeri Mesir, yaitu sebagai bendahara negara yang pandai menjaga dan berpengetahuan. Terpilihnya sebagai bendahara negara karena Nabi Yusuf A.S. tentu ada sebab.

Ketika itu, raja Mesir mengalami mimpi aneh. Mimpi itu ada tujuh ekor sapi gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus dan tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir gandum kering. Lalu, raja menyuruh para ahli takwil mimpi untuk menafsirkan mimpinya tersebut. Kisah ini diabadikan dalam ayat Alquran sebagai berikut:

يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ

“Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya”. [Q.S. Yusuf: 46]

Kemudian Yusuf berkata:

قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ. ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ

Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.” [Q.S. Yusuf: 47-48]

Singkat cerita, sang Raja ini lebih mantap dengan takwil Nabi Yusuf A.S. dan menjadikan Nabi Yusuf sebagai bendahara negara. Saat menjadi bendahara negara, masa-masa sulit seperti mimpi Raja datang.

Dengan keahliannya, Nabi Yusuf A.S. mampu mengatasi musim paceklik Mesir selama tujuh tahun. Apa yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf A.S. diatas dengan kondisi kita saat ini?

Pertama, sebagai umat Islam, kita harus bersabar dan bertawakkal kepada Allah.

Kedua, kita tidak akan menghabiskan apa yang kita miliki saat ini. Contoh, kita punya harta, namun kebutuhan yang tak terlalu mendesak tetap dibeli. Maka dari itu, kita harus pandai menabung.

Ketiga, kita diajarkan siklus usaha. Kadang berada di posisi atas (panen atau rezeki banyak), kadang juga berada di posisi bawah (pandemi COVID-19 yang mengakibatkan berkurangnya penghasilan).

Maka dari itu, sebagai Muslim harusnya bijak mengelola harta yang dimiliki. Supaya ketika keadaan sulit datang, kita masih punya persediaan yang cukup untuk dipenuhi.

Baca Juga: Solusi Islam Menghadapi Resesi

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.