Mengenal Istilah Rabbani

Islamina.id – Berasal dari bahasa Arab, yang kata dasarnya adalah rabba, yarbu, rabban, yang artinya adalah tumbuh, menambah, dll. Jika berubah menjadi rabbani, artinya orang yang alim, orang yang arif, atau orang alim yang telah mencapai derajat makrifat.

Maka dalam bahasa Arab, nahkoda kapal disebut dengan rubbani, karena dianggap pandai memiliki penguasaan kuat terhadap peta laut yang pada umumnya tidak diketahui banyak orang.

 Sedangkan secara istilah, rabbani adalah orang-orang yang telah mencapai derajat makrifat di sisi Allah. Atau orang-orang yang ada pada dirinya terdapat pengenalan terhadap Tuhan sangat dalam. Indikasi dari orang yang sesuai dengan istilah rabbani versi ini ialah yang memiliki kedekatan dengan Tuhan. Memiliki penghambaan serta pengabdian yang dalam kepada Allah.

Baca juga: Tahukah Kamu Istilah Mursyid?Ini Penjelasannya

Namun ada juga yang mendefinisikan rabbani sebagai orang-orang yang alim dan mau memperbaiki keadaan sosialnya, atau disebut al-‘alim al-hakim.

Kata Rabbani dalam Al Qur’an

Di dalam Al-Qur’an, kata rabbani digunakan dalam konteks menyebut orang alim dari pemuka agama tertentu yang mengabdikan dirinya kepada Allah. Misalnya disebutkan dalam surah Ali Imran ayat 79,

Jadilah kamu sebagai pengabdi-pengabdi Allah karena kamu mengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya.”

Dalam Hadits, redaksi takun rabbaniyyan juga sangat populer dikenal meskipun status Haditsnya masih pro-kontra. Hanya saja, redaksi tersebut dimuat dalam Hadits yang dianggap sebagai Hadits Qudsi itu bermakna “Menjadi hamba yang pengabdi kepada Allah.”

Adapun teks lengkapnya, “Hamba-Ku yang taat kepada-Ku, sehingga menjadi pengabdi kepada-Ku, maka apa yang diucapkan, “Kun Fayakun.” Terlepas dari benar dan tidaknya Hadits tersebut, tetapi menunjukkan bahwa makna rabbani tidak bisa jauh dari definisi di atas.

Diskursus tentang makna rabbani banyak disinggung dalam kitab-kitab akhlak, dan tafsir, khususnya ketika mufasir memberikan ulasan dari surah Ali Imran ayat 79 dengan beragam rujukan, termasuk perkataan sahabat Ibnu Abbas yang sering dimuat untuk mencari ulasan lebih luas terkait makna itu.

Khoirul Anwar Afa

Khoirul Anwar Afa

Penulis adalah Dosen Fakultas Ushuluddin PTIQ Jakarta

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.