Misi Pesantren untuk Kemaslahatan Publik (1)

Islamina.id – Dalam diskusi atau perbincangan publik, setiap Kyai dan santri pesantren, ketika menjelaskan tentang kepemimpinan salah satunya selalu merujuk kepada kaidah “tashorruf al-imam ‘ala ar-ro’iyyah manuthun bi al-maslahah”. Artinya, distribusi (kekuasaan/kebijakan) seorang pemimpin harus menuju kepada kemaslahan rakyat (publik).

Pemimpin dalam makna dan level apapun. Pemimpin yang dimaknakan sebagai person maupun lembaga seperti negara. Dari level paling kecil dalam keluarga sampai ke tingkat global.

Dengan cara pandang tersebut, pesantren juga diarahkan merujuk kepada kepentingan kemaslahatan para stakeholder, terutama sivitas pesantren sebagai ar-ro’iyyah.

Untuk kepentingan ini, maka pesantren diselenggarakan untuk menyiapkan SDM para santri, mengembangkan ekonomi komunitas santri, dan mendorong para insan pesantren sebagai bagian strategis dalam penyebaran dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

Bukan hanya secara internal, dalam konteks hubungan dengan negara (eksternal), pesantren selalu bersikap dan bertindak untuk negara.

Untuk hal demikian, maka pesantren terlibat dalam proses merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan negara dan bangsa. 

Fungsi Pesantren

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menyatakan 3 fungsi pesantren: Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Masyarakat. Ketiga fungsi tersebut ditujukan untuk kemaslahatan. Ragam pesantren dan kekhasan metode pembelajaran dalam pesantren adalah bagian dari cara pesantren menguatkan pendidikan para santri.

Kekhasan materi kajian dan pendalaman melalui keteladanan (uswatun hasanatun) dari para kyai (pengasuh) dan dewan guru (asatidz-dzat) memberikan buah yang nyata dan sekaligus sebagai salah satu keunggulan karakter dan wawasan kebangsaan yang dalam. 

Fungsi dakwah menunjukkan posisi strategis pesantren dalam mengembangkan pandangan dan sikap keislaman yang moderat (islam wasathiy). Pesantren Indonesia, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi ke depan secara internasional juga dapat menjadi rujukan bagi paham dan praktik keberagamaan (islam) yang moderat.

Para Kyai dan Santri melalui ormas keagamaan seperti NU sebenarnya sudah mendorong posisi strategis pesantren sebagai rujukan dunia. Para santri dan kyai diundang untuk mempresentasikan tentang pandangan keagamaan yang moderat, sekaligus dirujuk sebagai cara untuk menyelesaikan konflik dan kerentanan konflik di berbagai negara seperti Afghanistan dan beberapa negara di Timur Tengah. Ini adalah awal, dan selanjutnya akan didorong lebih kuat dan makin meluas.

Fungsi Pesantren Bagi Masyarakat

Fungsi pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu fungsi  yang selama ini dijalankan oleh sebagian pesantren. Pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, bukan hanya kepada para santri dan alumni, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

Untuk mencukupi kebutuhan harian para santri dan dalam momen sambangan para keluarga santri, keduanya merupakan contoh bagaimana hubungan ekonomi diselenggarakan pesantren untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar pesantren.

Bahkan sebenarnya bukan hanya keadaan yang natural seperti itu, tetapi juga secara khusus didesain (intended) untuk pemberdayaan masyarakat: ada pelatihan dan mendekatkan akses permodalan, sebagai contoh.

Abdul Waidl

Pengurus PCNU Depok - Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.