Muslimah Pakai Make Up, So What?

Menjadi cantik dan menarik adalah impian mayoritas perempuan. Bermula dari ini, perempuan tertarik menggunakan make up atau riasan yang diaplikasikan ke wajah. Demi terlihat berbeda dari biasanya, mereka rela mengorbankan banyak hal baik dari segi materi maupun non materi, terlebih tren saat ini yang biasa disebut dengan make up ala Korea, yang sangat digemari bukan hanya di kalangan remaja saja tetapi sudah sampai ke tahap orang tua, bukan perempuan saja melainkan para pria yang telah dibuat jatuh cinta oleh riasan.

Merasa percaya diri setelah menggunakan riasan wajah merupakan hal yang wajar, karena mereka telah mngeluarkan energi dalam berseni sesuai dengan genrenya masing-masing. Begitu pun dalam Islam, Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah al-Baqarah: 222

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” [Q.S. al-Baqarah: 222]

Dari ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah sangat menyukai kebersihan, sehingga diperbolehkan bagi kaum hawa yang ingin terlihat good looking dengan tujuan yang tentunya dihalalkan oleh Allah. Namun Allah tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan, begitu pun dengan make up, boleh dilakukan namun tak berlebihan. Hal ini dibuktikan dengan ayat Al-Quran dalam surah Al-A’raf: 31

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ࣖ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [Q.S. al-A’rāf: 31]

Hukum Memakai Make Up Ketika Hendak Salat

Lalu bagaimana dengan hukum salat menggunakan make up? Dalam kasus ini, tidak ada dalil yang mengatakan bahwa mengenakan kosmetik dapat membatalkan wudhu, yang artinya sah-sah saja bagi para perempuan salat dalam keadaan wajah yang dipenuhi dengan riasan. Namun berbeda halnya saat hendak berwudhu pada saat wajah sedang dalam kondisi bermake up. Karena di era ini, seperti yang kita ketahui,  make up memiliki banyak jenis dimulai dari yang ringan sampai berat.

Maksud dari make up ringan adalah ketika dibasuh oleh air maka dengan sendirinya produk dari riasan tersebut akan hilang atau luntur. Berbeda dengan make up yang berat, cenderung sulit untuk dihapus karena make up yang tahan air atau biasa disebut waterproof. Dari nama saja sudah jelas menyatakan tahan terhadap air, lalu apakah dapat diserap oleh air wudhu? Tentu saja tidak, alangkah baiknya make up yang tahan air dibersihkan oleh pembersih wajah atau micelar water agar tidak ada penghalang antara air wudhu yang hendak masuk ke kulit wajah.

Seperti salah satu hadits riwayat Abu Daud yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menyuruh salah seorang sahabatnya untuk mengulangi wudhu dan salatnya karena terdapat dibagian punggung kaki yang tidak tersentuh air.

“Lalu Rasul menyuruhnya untuk mengulangi wudhu dan salatnya” (HR. Abu Daud:175)

Maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa perempuan yang hendak mengerjakan salat memakai make up, hendaknya dihapus apabila diyakini riasan wajah bersifat waterproof atau tahan terhadap air. Kecuali bagi mereka yang berwudhu terlebih dahulu lalu memakai riasan setelahnya, maka itu diperbolehkan.

Jangan sampai ada keraguan mengenai riasan yang diaplikasikan ke wajah akan terserap oleh kulit atau tidak, apabila hal tersebut ada dibenak kita maka sebaiknya tinggalkan. Sesuai dengan hadits shahih yang mengatakan:

“Tinggalkanlah yang meragukanmu lalu ambillah yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Wallahu A’lam Bishawab

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.