Panduan Khatam Alquran untuk Wanita Haid

islamina.id — Di bulan suci ramadhan, umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah. Ibadah yang selama sebelas bulan standar-standar saja, menjadi lebih intens di bulan ramadhan. Seperti tradisi membaca Alquran atau tadarus Alquran yang beberapa Muslimah keluhkan.

Meskipun pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menentukan panduan ibadah selama bulan ramadhan dan idul fitri, umat Islam tidak menyurutkan spirit ritualitasnya. Kondisi pandemi COVID-19 yang menyebabkan umat Islam Indonesia lebih bergairah. Bergairah untuk memperbanyak ibadah atau amal saleh. Gairah ibadah yang mudah dikerjakan salah satunya adalah dengan mengkhatamkan Alquran di bulan ramadhan.

Baca Juga: 11 Ketentuan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H

Di sisi lain, Muslimah tidak sedikit mengeluhkan ketika mengalami kondisi haid atau menstruasi. Muncullah pertanyaan kapan, bagaimana, dan bisakah mengkhatamkan Alquran?. Begitu kompleks permasalahan haid dan belum menemukan solusi agar menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Terlebih lagi, keinginan untuk meraih pahala di bulan penuh keberkahan.

Ada beberapa pendapat dari para Imam Madzhab terkait kondisi wanita sedang haid yang perlu diketahui terlebih dahulu. Dalam madzhab Syafi’i, wanita yang sedang haid dilarang untuk membaca Alquran, meskipun menggabungkan dengan niat berdzikir. Hal tersebut supaya manusia memiliki rasa hormat dan mulia terhadap Alquran. Lain lagi jika tidak diniatkan untuk membaca Alquran, seperti membenarkan bacaan yang keliru, mengajarkannya, mencari keberkahan, dan berdoa (Abdurrahman, 2009).

Begitu juga di kalangan madzhab Hanbali. Wanita yang sedang haid diharamkan membaca Alquran baik satu ayat atau lebih. Tetapi, andai membaca kalimat seperti potongan dari suatu ayat, itu dibolehkan selama ayat tersebut tidak panjang. Begitu pula mengulang-ulanginya karena membaca sebagian kalimat dari suatu ayat tidaklah menunjukkan kemukjizatannya (Abu Bakar, t.th).

Siklus normal wanita yang mengalami haid berkisar antara 28-29 hari. Adapun wanita yang masa siklusnya berlangsung dari 20-35 hari juga masih dianggap normal. Haid sangat bervariasi untuk setiap wanita. Hampir 90 % wanita mempunyai siklus haid 20-35 hari dan sekitar 10-15 % yang memiliki siklus haid 28 hari (Irham & Sawaun, 2013).

Tips Mengkhatamkan Alquran

Tidak perlu bersedih, Muslimah yang dalam puasa ramadhannya mengalami haid, tetapi ingin mengkhatamkan Alquran dapat melakukan beberapa tips berikut ini:

1. Dengan Satu Kali Khatam

Cara pertama ini bagi anda yang menargetkan bulan ramadhan dengan satu kali khatam. Bisa dilakukan bagi para Muslimah yang haidnya di rentang waktu 1 – 15 hari (silahkan melihat grafis dibawah). Cara yang pertama ini juga cocok bagi anda yang masih kurang lancar atau kurang cepat membaca Alquran.

Target 1 Kali Khatam Alquran

2. Dengan Dua Kali Khatam

Tips kedua adalah dengan menargetkan selama bulan puasa dengan dua kali khatam Alquran. Cara kedua ini lebih banyak, dikarenakan target dan spirit untuk twice finished. Untuk itu sudah sewajarnya membaca lebih banyak.

Target 2 Kali Khatam Alquran

3. Dengan Tiga Kali Khatam

Tips terakhir jika ingin pada bulan puasa dapat tiga kali khatam Alquran.

Target 3 Kali Khatam Alquran

Sebagai catatan, penulis sarankan memakai Alquran ayat pojok atau dalam satu juz ada dua puluh halaman. Semoga dengan tadarus Alquran dan mengkhatamkannya, kita dapat meraih pahala dari Allah SWT. Selamat mencoba!



Referensi:
Abdurrahman Ba’alawi, Bughyatu al-Mustarsyidīn, Beirut: Dār al-Fikr, 2009.
Abu Bakar as-Syatha’, I’ānatu aṭ-Ṭālibīn, Beirut: Dār al-Ihya’ al-Kutub al-Arabiyah.
Irham Sya’roni dan Sawaun Amin, Beribadah Tanpa Henti: Panduan Beribadah Bagi Wanita Haid, Yogyakarta: Katahati, 2013.

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.