Potret Islamisme di Indonesia

Islamina.id – Sudah 75 tahun Indonesia menjadi negara yang merdeka dari penjajahan dan menjadi negara yang berdaulat serta disatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sayangnya, ada sebagian kelompok yang hendak memaksakan bahkan mengganti dasar negara yaitu Pancasila. Mereka beranggapan bahwa Pancasila merupakan bentuk thaghut dan hukum yang dibuat manusia bukan hukum dari Tuhan. Indonesia masih tidak terlepas dari gerakan islamisme (bentuk ekspansi ideologi islamis) yang menawarkan solusi terhadap problem-problem sosial kenegaraan.

Menurut Gilees Kepel, dalam salah satu karyanya yang berjudul, “Jihad: The Trail of Political Islam,” islamisme lebih pada gerakan politik sekelompok individu muslim untuk memperjuangkan hak-haknya. 

Islamisme sebagai tubuh Islam politik, yang lahir atas orientasi bahwa Islam bukanlah agama semata. Melainkan juga dapat menjadi spirit untuk memperjuangkan keinginan berpolitik  yang setara dengan ideologi politik besar lainnya, seperti kapitalisme, sosialisme dan komunisme, (Oliver, 1996).

Kelompok ini gencar membangun narasi yang menekankan pentingnya kembali pada dasar-dasar fundamental Islam serta meneladani generasi awal Islam (Kembali pada Al-Qur’an-Sunnah dan Salaf as-Shalih). Ia sengaja membuat jarak antara Islam dengan perkembangan dunia ini yang digambarkan penuh bid’ah, syirik, khurafat. 

Pada dasarnya term islamisme atau revivalisme Islam menempati dua kubu di tengah masyarakat terutama untuk menengahi aliran revolusioner yang  berkeinginan mengislamisasi masyarakat melalui  institusi negara dan kalangan reformis yang bercita-cita ingin mendasari tindakan sosial dan politik dengan tujuan mendirikan negara Islam.

Menurut Oliver, tujuan dari gerakan ini adalah untuk mewujudkan Negara Islam, atau setidaknya merubah sistem kenegaraan yang patuh syariat Allah. Dengan demikian, mereka menegaskan akan pentingnya identitas parokhial sampai militansi aksi berdarah merebut kekusaan dari rezim yang berkuasa, (Hasan, 2017).

6 Ciri Islamisme

Sedangkan dalam buku Islam dan Islamisme, Bassam Tibi (2016) menjelaskan Ideologi Islamisme memiliki enam ciri.

Pertama, Islam diinterpretasikan sebagai nidzam Islami atau aturan-aturan yang bersifat islami yang menganggap sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan antara agama dan negara (Din wa Daulah).

Kedua, golongan Islamisme menganggap bahwa orang Yahudi merupakan musuh besar bagi umat Islam  yang berusaha  sekuat tenaga menghancurkan Islam dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal).

Ketiga, Islamisme menghendaki demokratisasi dan mengikuti konstitusi yang ada terutama bila sebuah negara berdasarkan asas demokratis.

Keempat, gerakan islamisme mengevolusi jihad yang bersifat tradisional menjadi jihadisme atau mencoba menginterpretasikan kembali  makna jihad.

Kelima, islamisme menghendaki adanya syariatisasi negara dengan cara menafsirkan kembali Al Qur’an dan Hadist demi mendukung ide politik yang mereka tawarkan.

Keenam, gerakan Islamisme mengajukan jawaban atas krisis yang dihadapi umat Islam dengan kembali kepada ajaran yang murni seperti yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan sahabat.

Definisi ini bisa diseimbangkan dengan tawaran Asef Bayat (2005). Menurutnya, islamisme lebih pada aktivisme yang memperjuangkan suatu tujuan, baik yang dilakukan secara individual maupun kelompok. Bayat juga membantah jika islamisme merupakan suatu gerakan yang statis, tidak dinamis.

Menurutnya, itu kurang tepat. Karena gerakan islamisme bisa saja berubah sesuai dengan yang melatarinya. Soal simbol, bahasa, dan ideologis yang diperjuangkan bukanlah suatu permasalahan besar. 

Ambil contoh, terjadinya islamisme terhadap Partai Renaisans (Ennahda) dan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang berkembang semakin moderat. Begitu juga Hizbullah Lebanon dan PKS di Indonesia juga mengalami hal serupa.

Arab Saudi telah terlihat mengalami pergeseran menuju post-islamisme semakin jelas, dengan diakomodirkannya demokrasi, pluralisme, moderatisme, dan hak perempuan dalam berpolitik (Hasan 2017).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.