Pribadi Nabi Muhammad SAW yang Introvert

Islamina.id  —  Mungkin pengakuan Indira Kalistha bukan seseorang yang awal berikrar menjadi pribadi yang introvert. Youtuber itu sempat viral karena tak memakai prosedur kesehatan di tengah-tengah wabah pandemi COVID-19. Karena itulah, ia menerima banyak kritikan dari publik.

Mengenai introvert, apa sih definisinya?. Kebanyakan tidak ada yang tahu definisi dari introvert. Sehingga, kita hanya sekedar tahu istilah tanpa mencari tahu lebih dalam lagi. Apa kita tahu siapa penggagas teori introvert ini?.

Istilah introvert dan ekstrovert digagas oleh seorang psikolog analitis dari Swiss, yakni Carl Gustav Jung. Dialah pelopor gagasan menjelajahi kehidupan batin untuk lebih memahami perilaku seseorang. Dalam bukunya yang berjudul Psychologische Typen, Jung juga mengelompokkan tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Introvert merupakan kepribadian seseorang dengan ciri suka menyendiri, pendiam, tidak mau terlibat dengan dunia objektif, minat dan perhatiannya cenderung fokus dalam pikiran dan pengalamannya sendiri.

Dari beberapa ciri introvert diatas, dapat kita lihat kepribadian ini sangatlah individu, cenderung menarik diri dari kontak sosial. Namun, tahukah anda bahwa Rasulullah Saw. juga memiliki kepribadian yang diistilahkan oleh Jung ini?. Padahal Allah Swt. berfirman dalam Alquran surah al-Ḥujurāt ayat 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” [Q.S. al-Ḥujurāt: 13]

Ayat diatas adalah dalil bahwa umat Islam harus memiliki kepekaan sosial. Saling kenal mengenal antar suku, etnis, dan agama. Tanpa ada sekat perbedaan warna kulit, asal, maupun akidahnya.

Konstruksi Pribadi Introvert Nabi Muhammad Saw.

Rasulullah Saw. memiliki dua kepribadian, ekstrovert dan introvert. Sudah tidak dipungkiri bahwa Nabi Saw. berkepribadian ekstrovert, yakni hatinya terbuka dengan siapapun, ramah, suka berteman, mudah menyesuaikan diri dan luwes. Tapi, pada artikel kali ini mari kita lihat juga pribadi Nabi Saw. dari sisi introvert.

Artikel yang ditulis oleh Wahyu berjudul “Tokoh Dunia Yang Introvert”  mengungkap bahwa kesederhanaan Nabi Saw. turut membentuk pribadi yang introvert. Pakar parenting ini menjelaskan, sebagai pemimpin umat Islam, Nabi Saw. tidak hidup dengan bergelimang harta, tinggal di rumah yang sekedar beratapkan jerami, jarang memakan makanan yang beliau anggap nikmat yaitu madu, susu, dan lengan kambing. Gaya hidup yang demikian itu dapat dikatakan sangat sederhana.

Konstruksi pribadi introvert Nabi Saw. yang lain ketika masih kecil sedang menggembala kambing. Beliau mentadabburi alam sambil menggembala kambing. Berlanjut ketika Nabi Saw. menginjak usia remaja, saat menemani sang paman Abu Thalib untuk berdagang. Beliau sesudah melayani pembeli, tidak ikut berkumpul dengan pedagang-pedagang yang lainnya. Nabi Muhammad Saw. lebih suka menyendiri.

Kemudian ketika Nabi Saw. melakukan kesendirian dalam gua Hira’. Sampai diturunkan olehnya “Wahyu Allah” melalui malaikat Jibril. Lewat aktivitas-aktivitas insan individu diatas dapat dikatakan bahwa Nabi Saw. sebagai pribadi yang introvert.

Oh iya, jangan salah melegitimasi jika tipe orang yang introvert itu memang suka menyendiri, anti-sosial, dan pendiam. Kita lihat saja teladan dari Nabi Muhammad Saw. bahwa di sisi lain, Nabi Saw. merupakan sosok yang berkepribadian introvert juga sangat luwes, bergaul dengan siapa saja, serta menjadi pemimpin umat Islam seluruh dunia.

Syahril Mubarok

Netflix dan Kopi Hitam

One thought on “Pribadi Nabi Muhammad SAW yang Introvert

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.