Solusi Islam dalam Menghadapi Problematika Kehidupan - islamina.id

Solusi Islam dalam Menghadapi Problematika Kehidupan

Setiap manusia pasti memiliki segudang masalah, sayangnya tak sedikit orang yang menjadi frustasi, stress dalam menghadapinya dikarenakan tak siap mental maupun kurangnya bekal ilmu yang ia miliki.

Banyak orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tak sanggup memikul beban yang ia hadapi, mereka berpikir dengan cara itu akan terbebas dari masalahnya.

Padahal hal itu akan mendatangkan masalah baru, ia akan menyusahkan keluarga maupun orang yang terdekatnya.

Lantas bagaimana solusi untuk menghadapinya?

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal: 45

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (45

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Menurut Imam Al-Baidhawi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa Ayat ini mengingatkan agar manusia tak melupakan Allah, terutama dikala dirundung masalah besar yang ia hadapi.

Sedangkan menurut Imam al-Qurthubi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa anjuran untuk memperbanyak berdzikir ada tiga pendapat:

Pertama, Berdzikirlah kalian kepada Allah dikala sedang gundah gulana karena akan membantu meringankan dalam menghadapi masalah.

Kedua, Tenangkan dirimu dengan Berdzikir hati dan lisan.

Ketiga, Ingatlah akan janji Allah terhadap orang yang mau bersabar dalam menghadapi masalah akan mendapatkan Kemenangan dan pahala.

Sedangkan menurut Abu Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan tentang cara mudah dalam mengahadapi problematika kehidupan.

Baca juga:

Pertama, tak usah terlalu berpikir atas kekurangan materi yang kau hadapi karena hal itu akan menambah beban kegelisahan yang ada pada dirimu, serta menambah ambisi syahwatmu.

Kedua, tak usah terlalu memikirkan orang yang telah menganiaya dirimu karena akan menambah permusuhan dan menambah kebencian di dalam hatimu.

Ketiga, Jangan terlalu berfikir akan hidup selamanya di dunia ini karena akan membuat umurmu sia-sia serta malas dalam beramal kebaikan.

Dari penjelasan ini, banyak orang menjadi stress gara-gara terlalu memikirkan sesuatu secara berlebihan terutama terhadap orang yang telah menyakiti dirinya.

Padahal ini akan menghabiskan waktu serta menguras pikiran. Seharusnya dirinya mencoba mengalihkan pikirannya sejenak dengan hal positif sehingga ia kembali menjadi semangat dalam beraktivitas seperti sediakala.

Moh. Afif Sholeh, M.Ag

Seorang penggiat literasi dan penikmat kopi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.