Kabar kedatangan band asal Inggris, Coldplay langsung membuat penggemar dan penikmat lagu-lagunya antusias. Mereka langsung mencari informasi dan segera berebut membeli tiket konser band tersebut secara online. Berita kedatangan Coldplay juga menarik perhatian berbagai kelompok muslim, seperti Presidium Alumni (PA) 212.
Akhir-akhir ini animo masyarakat tertuju pada akan terselenggaranya konser band Coldplay. Tentunya, ada yang antusias menyambut kedatangannya dan ada juga yang menolak. Pihak yang menolak salah satunya adalah PA 212.
Penolakan tersebut disampaikan oleh Novel Bamukmin. Alasannya karena band tersebut menganut paham Atheis dan mendukung normalisasi L68T. Bahkan, ia akan memblokade bandara dan lokasi konser band itu.
Sikap (penolakan) PA 212 tidak hanya sekali ini. Pada tahun 2012, bersama simpatisan Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berbondong-bondong menggelar aksi penolakan kedatangan Lady Gaga.
Penolakan juga datang dari MUI. Hampir sama alasannya, dikarenakan band tersebut kental akan warna L68T. Mewakili MUI, Anwar Abbas menyampaikan kehadiran Coldplay ke Indonesia akan bertentangan dengan falsafah Pancasila, sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Lebih lanjut, Anwar menjelaskan bahwa semua agama yang dianut oleh penduduk Indonesia tidak ada yang menoleransi L68T.
Penolakan-penolakan tadi membuat muslim di Indonesia bimbang. Karena alasan band tersebut menormalisasi perilaku menyimpang dan Atheis.
Sikap yang Seharusnya?
Fakta yang terjadi, banyak sekali dari kita menunggu kedatangan band asal Britania Raya itu. Tidak heran juga kalau kemarin tiket pre-sale ludes dalam waktu sepuluh menit saja.