Asyiknya Belajar Qira’at Sab’ah

Pembahasan tentang sejarah perkembangan ilmu-ilmu keislaman di Nusantara, didominasi oleh studi tentang ajaran tasawuf yang kemudian banyak terwadahi dalam ordo-ordo tarekat. Tetapi tak cukup satu hal itu, ada studi sejarah peradaban dengan fokus permasalahan ilmu-ilmu keislaman yang tidak kalah menarik untuk dijadikan tema kajian, seperti Ilmu Qirā’at.

Baca Selengkapnya

Strategi Sunan Ampel Menekan Tradisi Mabuk

Akan dibukanya investasi Miras (Minuman Keras) di sejumlah daerah oleh Pemerintah, membuat publik kecewa dan marah. Kebijakan tersebut akan merugikan banyak pihak (mudharat), baik dari kalangan Muslim dan Non-Muslim. Seharusnya, pemerintah membaca sejarah pengalaman Sunan Ampel ketika menghilangkan tradisi “mendem” (mabuk).

Baca Selengkapnya

Pentingnya Meneladani Moralitas Habaib

Peranan orang-orang Arab sangat besar di dalam masuknya Islam ke Nusantara. Umumnya, orang-orang Arab ini merujuk pada komunitas Arab yang berasal dari Hadramaut, Yaman Selatan. Mereka datang dari Hadramaut pada tahun-tahun terakhir abad ke 18, ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda.

Baca Selengkapnya

Api Nasionalisme Putra Bangsa Indonesia di Makkah

Islamina.id – Diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dari Jakarta oleh Soekarno dan Hatta tidak hanya membangkitkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia di tanah air mereka yang membentang dari Sabang sampai Merauke, tetapi juga turut menyulut api perjuangan dan rasa kebangsaan putra-putra Indonesia yang sedang bermukim di kota suci Makkah.

Baca Selengkapnya

Pesantren dan Peran Ulama Perempuan, Simak Ulasan Ini

Pesantren adalah lembaga genuine yang dimiliki oleh Indonesia. Ia tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berfungsi pemberdayaan masyarakat dan dakwah, sebagaimana yang direkognisi oleh negara melalui UU No 18 Tahun 2019. Ketiga fungsi tersebut tentu tak dimiliki oleh lembaga lain, sehingga dengan demikian, hanya pesantren yang dapat memerankan ketiga fungsi tersebut.

Baca Selengkapnya

Cara Laksamana Cheng Ho Merayakan Imlek

Dalam perkembangan sejarah Cheng Ho di Indonesia, orang-orang Tionghoa menghormati sosok Cheng Ho. Di Semarang bahkan dibangun kelenteng Sam Po Kong. Dan di beberapa daerah lain juga membangun masjid berarsitektur Tiongkok. Uniknya, kelenteng sebagai tempat ibadah umat Konghucu, namun mereka tidak dapat melupakan kemasyhuran Cheng Ho yang beragama Islam.

Baca Selengkapnya