Dalam hitungan bulan, umat Islam akan menyambut hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah. Pada hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah kurban ini memiliki hukum sunnah muakkad, yang artinya ibadah ini sangatlah dianjurkan pelaksanaannya bagi umat Islam.
Secara historis, ibadah kurban dilakukan untuk pertama kalinya oleh Nabi Ibrahim yang mendapatkan wahyu melalui sebuah mimpi bahwa Allah menyuruhnya untuk menyembelih putranya, Ismail. Nabi Ibrahim pun bertekad untuk melaksanakan perintah Allah itu. Nabi Ibrahim pun menceritakan mimpinya itu kepada anaknya Ismail. Maka Ismail menjawab : “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar dan rela dengan kehendak Allah itu.”
Setelah keduanya sepakat dan bertekad melaksanakan perintah itu, mereka telah mempersiapkan diri untuk hal itu. Namun, akhirnya Allah mengganti dengan domba yang sangat besar sebagai pengganti untuk disembelih. Nabi Ibrahim pun menyembelih seekor domba tersebut, dan bukan putranya Ismail. Peristiwa ini merupakan ujian yang Allah berikan kepada Nabi Ibrahim dan menunjukkan kecintaan Nabi Ibrahim yang sangat besar kepada Allah.
Pada momentum Idul Adha inilah, umat Islam melaksanakan Ibadah kurban. Ibadah ini merupakan bukti tingkat keikhlasan yang tinggi dalam mengorbankan harta yang dimiliki. Namun, yang terpenting adalah bagaimana perilaku umat Islam melakukan kebaikan terhadap sesama dan menguatkan hubungan antara sesama.
Berkurban tidak hanya menguatkan hubungan antara sesama manusia, berkurban pun merupakan ibadah dan cara mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2:
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurban lah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah”.
Quraish Shihab, ketika menjelaskan ayat tersebut mengatakan bahwa ayat tersebut menyuruh umat Islam untuk mengerjakan shalat dengan penuh ikhlas, dan menyembelih kurban sebagai bentuk kesyukuran atas karunia yang telah dilimpahkan dan kebaikan yang diberikan khusus untuknya.
Ibadah kurban merupakan bentuk untuk menguatkan nila-nilai persatuan umat Islam. Pada malam hari Raya Idul Adha, umat muslim menghidupkannya dengan bertakbir. Seruan takbir ini, bisa dikumandangkan sendirian dengan khidmat, dan juga bisa mengumandangkannya bersama-sama. Pada malam itu, siapapun dan dimanapun bertakbir berulang-ulang. Seruan ini dikumandangkan untuk memuliakan Allah.