Dari ayat ini kita tahu bahwa nikmat yang telah diberikan kepada manusia sungguh banyak tak terkira. Manusia mempunyai kewajiban untuk menjaganya, terutama untuk mengabdikan diri kepada Allah dengan menjalankan segala kewajiban sebatas kemampuan yang ia miliki.
Berbuat Baik kepada Sesama termasuk Ibadah
Banyak orang salah kaprah dalam memahami ritual ibadah dengan sempit, menganggap segala ibadah hanya berkaitan dengan Tuhan saja atau Hablun Min Allah, padahal ajaran islam juga mengatur hubungan sesama manusia atau Habluminannas.
Pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Menurut Ibnu Khaldun dalam bukunya Al Muqaddimah:’ Al Insanu Madaniyyun Bittab’i” artinya Manusia secara karakteristiknya adalah makhluk berbudaya atau sosial sehingga tugas pentingnya menjaga kesalehan sosial.
Seumpama manusia memahami isi ajaran Shalat maka akan menghormati, menghargai orang lain, baik yang ia kenal maupun tidak seperti saat membaca Salam dalam waktu Shalat.
Islam mengajarkan kita untuk bergaul dengan baik dengan siapapun tanpa memandang ras, suku, warna kulit, miskin atau kaya, tampan atau buruk rupa. Kesalehan seseorang tidak dilihat dari ucapannya saja, namun dari tingkah laku sebagai cermin hati, serta tidak meremehkan kebaikan yang telah diberikan orang lain.
Ada kaidah fikih yang cukup fenomenal dikalangan Santri yaitu Al Khoirul Muta’addi Khoirun Minal Qoshir, artinya: kebaikan yang bisa bermanfaat buat orang banyak lebih utama dari pada kebaikan untuk diri sendiri.
Kaidah ini sangat menggugah kita untuk berusaha menjadi orang yang bermanfaat sekaligus berkualitas untuk kemaslahatan banyak orang serta pentingnya menjaga kesalehan sosial.
Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa Allah selalu menolong seorang hamba selagi mau membantu saudaranya. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial akan mendekatkan diri kepada Tuhan, serta akan menumbuhkan tali persaudaraan.