Patriarki adalah suatu sistem yang menempatkan laki-laki dewasa pada posisi terpenting, sementara itu dalam sistem ini perempuan hanya dijadikan sebagai istri yang bertugas untuk mendampingi, menghibur, dan melayani suami, sedangkan seorang anak menjadi seseorang generasi penerus dan penghibur ayahnya. Budaya patriarki sendiri yang berkembang dalam ruang lingkup masyarakat menyebabkan adanya kesenjangan dan ketidaksetaraan gender yang mempengaruhi beberapa aspek, seperti aspek ekonomi, politik hingga pendidikan. Tak jarang dalam sebuah keluarga yang menjadi panutan serta kepala keluarga itu seorang laki-laki.
Istilah patriarki digunakan yaitu untuk menjelaskan sistem sosial dimana seorang laki-laki sebagai golongan dominan dalam mengendalikan kekuasaan terhadap golongan perempuan. Seiring dengan adanya sistem sosial tersebut kepercayaan bahwa laki-laki kedudukannya yang lebih tinggi daripada perempuan: bahwa perempuan harus dikuasai oleh seorang laki-laki. Masyarakat dan negara yang mengikuti sistem patriarki justru akan menyebabkan ketidakadilan gender. Ketidakadilan gender merupakan struktur di mana laki-laki dan perempuan menjadi korban, namun sampai sekarang masih di dominasi oleh perempuan yang menjadi korban.
Dalam pandangan agama mengenai sistem patriarki ini dapat menciptakan budaya patriarki yang selalu memposisikan perempuan di bawah laki-laki dalam konteks apapun dan laki-laki yang senantiasa berada di atas perempuan. Sebagai contoh dalam posisi mengatur, memimpin, dan penguasa tidak sedikit yang mengisi posisi tersebut adalah seorang laki-laki. Padahal dalam ajaran Islam sangat menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan keadilan, dan bahkan menentang sistem patriarki. Oleh karena itu diperlukan adanya pemahaman baru tentang keadilan kesetaraan gender, bukan patriarki.
Hampir di seluruh daerah di Indonesia masih memegang erat budaya patriarki, yang tentu saja akan berpengaruh besar pada pergerakan seorang perempuan dan yang seharusnya mendapatkan ruang yang setara dengan seorang laki-laki. Didalam ruang lingkup masyarakat yang masih memegang erat budaya patriarki ini akan menjadikan kehadiran perempuan yang akan selalu diletakkan dalam tempat yang mudah untuk di kendalikan dengan sebuah logika.
Contoh kecil akibat melekatnya budaya patriarki dalam kehidupan berumah tangga; Tak jarang terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang didominasi oleh seorang laki-laki. Budaya tersebut akan menciptakan sebuah gagasan bahwa seorang perempuan itu seseorang yang lemah, dan mudah untuk di sakiti baik fisik maupun hatinya. Dengan adanya budaya patriarki ini sangat tidak menguntungkan untuk seorang perempuan, dan tak jarang seorang perempuan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.